Feb 12, 2026
Semangat pagi #basudarabahari! Kemarin menjadi momen penting bagi sektor perikanan Maluku dengan suksesnya ekspor perdana ikan kerapu hidup ke Hong Kong oleh PT. Rajawali Laut Timur. Bertempat di Bandara Pattimura Ambon, pengiriman 500 Ton ikan kerapu hidup ini dilakukan via udara menggunakan maskapai Garuda Indonesia, menandai babak baru bagi keberlanjutan ekonomi maritim di Maluku.
Ekspor ini menjadi secercah harapan di tengah tantangan ekonomi global yang turut memukul sektor perikanan Maluku. Sebelumnya seluruh aktivitas ekspor ikan hidup dari Maluku selama kurang lebih tiga bulan terakhir ini tidak berjalan. PT. Rajawali Laut Timur, yang biasanya melakukan ekspor menggunakan kapal laut, turut merasakan dampak signifikan dari situasi ini, mitra mereka di Hongkong menghadapi kebijakan dari otoritas setempat yang membatasi atau menghalangi operasional impor ikan dari Indonesia.
Namun, berkat kerja sama dan dukungan dari Tim Percepatan Ekspor Maluku, PT. Rajawali Laut Timur berhasil merintis kembali jalur ekspor baru dengan menggunakan penerbangan komersil, yakni pengiriman dari Ambon-Jakarta-Hongkong dengan durasi waktu yang lebih singkat. Keberhasilan pengiriman 500 Ton ikan kerapu hidup ini tidak hanya menunjukkan adaptasi dan ketahanan pelaku usaha perikanan di Maluku, tetapi juga memberikan dampak positif langsung bagi para nelayan dan pembudidaya ikan di Maluku.
Ekspor ini diharapkan dapat menjaga roda perekonomian mereka tetap berputar di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, serta menjadi pemicu semangat bagi peningkatan produksi di masa mendatang. Keberangkatan ikan-ikan kerapu hidup ini bukan hanya sekadar kargo, melainkan simbol kebangkitan dan optimisme bagi seluruh masyarakat perikanan Maluku.